Kamis, 28 April 2011

tentangku, bukan tentangmu.

Posted by Melinda Pradita at 21.12 3 comments
Seharusnya ini bukan tentangmu, ini tentangku. Tentang bagaimana aku melupakan dan tidak mengharapmu.

Seharusnya kini aku sudah berhenti memperhatikanmu. Berhenti mencari tahu tentangmu yang justru akan menyakitiku.

Seharusnya aku tidak membiarkan diriku terlarut memikirkanmu. Berpikir tentang kelakuan-kelakuanmu yang membuatku merasa pilu.

Seharusnya aku tidak lagi mengindahkanmu. Tidak lagi mengijinkanmu memperlakukanku sesuka hatimu.

Seharusnya aku melangkah lebih jauh darimu. Melihatmu dari jauh apakah kamu peduli dan mencariku.

Seharusnya aku tidak boleh menangisimu. Aku bahkan tidak boleh membiarkan diriku merasa sedih karenamu.

Seharusnya aku membuang jauh kenangan tentangmu. Aku hanya boleh mengenangmu ketika suatu hari nanti aku telah bisa melupakanmu.


Kamu tahu, semua ini salahku.
Dan kamu juga harus tahu, seharusnya aku mampu merubah semuanya saat ini, sebelum semuanya menjadi semakin sulit buatku untuk berlalu darimu.

Senin, 25 April 2011

Dialog Itu

Posted by Melinda Pradita at 07.36 7 comments
Aku: “Menurutmu, apa kata yang paling tepat untuk mendeskripsikanku?”

Kamu: (berpikir sejenak, lalu menjawab) “Tulang rusuk.”

Aku: “Kok tulang rusuk?”

Kamu: “Karena kalau ngasih tahu kamu itu harus hati-hati. Kalau terlalu pelan nggak
ngefek, kalau kekencengan malah kamu sakit hati terus ngambek. Sama, kan,
kayak tulang rusuk. Kalau didiemin tetep bengkok, tapi kalau dipaksa ya
patah..”

Aku: (diam, kaget mendengar pernyataanmu)

Kamu: “Eh malah bengong. Sekarang gantian deskripsiin aku!”

Aku: (berpikir) “Apa, ya? Mm, sepatu!”

Kamu: “Kok bisa?”

Aku: (tertawa sambil malu) “Karena walaupun aku sering marah dan bikin susah kamu,
pada dasarnya aku butuh kamu loh, nggak ada kamu aku susah. Sama kayak sepatu,
kan? Walaupun sering aku injek-injek tetep aja aku butuhin,hehe.”

You and me some years ago, as best friend.

Lalu aku baru tahu bahwa ada ungkapan yang mengatakan bahwa wanita itu berasal dari tulang rusuk pria.

Then, are you the men who gave your ribs to me?


Dan kemudian aku juga tahu ada ungkapan yang mengatakan bahwa benda terpenting wanita adalah sepatu. Karena sepatu yang bagus akan menuntunmu ke tempat yang bagus juga.

Then, are you the men who turn into the shoe for guiding me to the best place?


. . . . . . . .

great shoe for great place



*P.S. Ya Tuhan… I don’t know exactly what I’m thinking of that sign, it’s just like… semua percakapan dan ungkapan tentang tulang rusuk dan sepatu itu cocok, dan rasanya terlalu sempurna untuk suatu kebetulan,kan?

Minggu, 17 April 2011

Catatan dalam Diam

Posted by Melinda Pradita at 13.39 0 comments
Jika saja kamu tahu debaran jantung ini mulai berubah tak keruan tiap kali aku menangkap sosokmu,

Dan jika saja kamu tahu mata ini tak mampu mengalihkan perhatiannya darimu tiap kali kita bertemu,

Atau jika saja kamu tahu tubuh ini membatu, tak mampu bergerak tiap kali suaramu terdengar olehku.

Namun sayangnya, kamu tak tahu.

Kamu mampu datang dan berlalu tanpa tahu isi hatiku.

Hal kecil tentangmu bahkan mampu menjadi hal besar buatku.

Kamu, ya kamu.

Tak tahukah kamu telah menguasai sebagian isi hatiku?

Lalu kamu berlalu, tanpa pernah mengindahkan perasaanku.

Aku ingin kamu tahu.

Sungguh, aku ingin kamu tahu.

Tentangku, tentang perasaanku, tentang aku dan kamu.

Aku ingin kamu tahu.

Aku mencintaimu.

Sabtu, 16 April 2011

High School Never Ends

Posted by Melinda Pradita at 23.08 0 comments
Who says we have to let it go
It’s the best part we’ve ever know
The bridge to the future…

*High School Musical 3

Saya cinta masa-masa SMA :)

Cinta sekali…

Saking cintanya, saya sampai ingin mengulang kembali masa-masa indah saat SMA dulu.

Tentang persahabatan

Cinta

Pelajaran

Guru-guru killer

Semuanya.

Saya sering memandang iri anak-anak berseragam SMA yang berseliweran di depan rumah saya tiap pagi.

Dan saya juga selalu menyempatkan memandangi gedung SMA saya tiap kali lewat di depannya.

Rasanya ada separuh hati saya yang masih tertinggal di sana.

Saya benar-benar merindukan atmosfer SMA saya.

Bersenang-senang dan bercanda dengan teman-teman saya,

Memperhatikan dan mencuri pandang diam-diam kea rah dia yang saya suka,

Belajar sambil ngomel karena materi ulangan yang terlalu banyak dan saya nggak
paham,

Memanfaatkan jam ganti pelajaran untuk ke kantin dan ngobrol dengannya,

Berangkat pagi-pagi demi nyontek tugas tapi berangkat mepet pas upacara hari Senin…



Gosh, I miss that moment so bad.

Tapi,

Waktu nggak akan pernah berputar, kan?

Masa SMA saya memang indah,

tapi saya tahu masa setelahnya juga akan lebih indah.

Saya hanya perlu beradaptasi sedikit lagi

And I will get more happiness, of course.

Mungkin ini cara Tuhan untuk bilang pada saya:

“I’ve give you miracle time in the past, now is your turn to make it again. But,
this time is depending your way, not me anymore.”


:)

Mungkin seperti itu,ya…

Then I have to say big thanks to You, God.

You gave me a great time in the past, great experience and surely, great friends.

But now is my chance to walk away.

Into the new world, new beginning, new life.

And I know You’ll bless me again over this part in my life.

Ya. I don’t get any doubt anymore.

Now I’m moving on. With smile. And big passion to create a new life.















New big spirit,

Mel

kamu

Posted by Melinda Pradita at 22.59 0 comments
Kamu,
Apa kamu masih mengingatku?
Masih mengenaliku jika kita bertemu?
Masih akan menyapaku dan memberikan senyum terindahmu?

Kamu,
Apa kamu merindukanku?
Apa namaku masih ada di hatimu?
Apa kenangan bersamaku masih tersimpan di ingatanmu?

Kamu,
Apakah akan tetap sama seperti dulu?
Apakah aku boleh berharap padamu?
Apakah aku boleh tetap mencintaimu?

P.S. Aku, yang tak henti merindumu.

Minggu, 10 April 2011

catatan kecil untuk kaum adam

Posted by Melinda Pradita at 02.40 1 comments
Seberapa jauh kau tahu tentang kebahagiaanku?
Berapa lama kau mengenalku sehingga kau tahu apa arti bahagia menurutku?
Menurutmu, apa saja yang mampu membuatku bahagia?
Dan menurutmu, kau kah orang yang mampu mengatur itu semua?


Different perspective between men and women on showing their thoughts would be something annoyed, I guess.

Saya jadi teringat cerita seorang teman saya beberapa bulan lalu yang dihentikan hubungannya secara sepihak (baca: diputus) oleh pacarnya dengan alasan klise.

“Because I’m too much making you sad. I’m not pretty good boyfriend for you. I don’t wanna make you feel pity anymore.”

Hellow?

Is it just a fire escape to jump out from the problem?

Oh man, that’s not the way…

Menurut saya, ada dua golongan cowok yang bisa berkata semacam itu pada ceweknya.

First group contains para cowok pengecut yang kehilangan kemampuan berterus terang untuk bilang bahwa mereka sebenernya udah nggak suka lagi sama ceweknya. Whatever the reason, bosen lah, nggak cocok, atau emang udah ada kecengan lain. Who knows? Yang jelas, they’re absolutely lack of braveness to tell their feeling.

Second group, silly boys yang menganggap mereka terlalu buruk untuk ceweknya because their girls often got sadness by them… Ya Tuhan, apa-apaan ini? Kalo emang udah ngerasa banyak salah ya perbaikin, dong… Caranya bukan dengan menyerah dan merasa nggak pantas dicintai lagi, kan?

Oh boys…

You don’t ever know how girls get mad by your statement about their happiness.

Memangnya cewek dijamin bakal lebih bahagia ketika kalian bilang divorce-statement semacam itu?

No, not at all.

You have to say the truth.

Kalau kalian memang merasa nggak bisa bertahan lagi di hubungan ini, just say it!
Jangan mengatasnamakan kebahagiaan kami, para wanita… That will be hurt in the beginning, tapi akan terasa jauh lebih baik nantinya because you’ve said the truth… So, don’t be a looser, tell us the truth, boys!

Dan kalau kalian memang merasa punya banyak salah with your girl, handle it, find the way out. Remember, divorcing isn’t the way to solve it. Bicara. Cerita. Show them your feeling, ask about their feelings. That’s what girl need, bukan suatu keputusasaan yang justru menjadikan hubungan makin berantakan, kan?

Well, saya membuat postingan ini bukan dalam rangka menghakimi siapa pun, tapi saya cuma ingin memperjelas apa yang ada di benak kami, para wanita, ketika para pria mulai menggunakan alasan-alasan klise bertemakan kebahagiaan untuk menutupi apa yang mereka rassakan. It’s just… not fair, right?

Saya melihat sendiri bagaimana seorang cewek justru merasa jauh lebih sedih ketika si cowok memutuskannya dengan alasan nggak-mau-menyakiti-lebih-dalam-lagi, dan unfortunately, saya juga mengalaminya sendiri. So I know surely how was it felt. Sakit dan… menggantung.

So, it’s just a note for boys or men, jangan lagi gunakan alasan kebahagiaan semacam itu hanya karena kalian belum tahu cara menyampaikan yang sebenarnya. We, as girls and women, just need the truth…

Sadly greet,

Mel

Jumat, 08 April 2011

koma

Posted by Melinda Pradita at 18.03 0 comments
Buatku, kamu itu koma. Bukan titik yang menandakan sesuatu telah mencapai antiklimaks dan akan segera berakhir. Bukan tanda tanya yang masih menyisakan setumpuk rasa penasaran karena belum terjawab.

Kamu itu koma.

Kamu dan aku itu koma.

Belum menemukan titik di mana seharusnya kita berhenti. Dan juga lebih dari sekedar tanda tanya karena aku dan kamu tidak lagi mempunyai setumpuk rasa penasaran yang begitu hebat berkecamuk di kepala.

Kamu dan aku itu koma.

Tergantung, tak pasti, berjalan, berhenti, berjalan lagi, berhenti kembali. Selalu seperti itu, kan?

Aku pernah menjadi tanda tanya bagimu.

Dan saat ini, aku pun koma bagimu, sepertimu yang menjadi koma bagiku.

Lalu,

Kapan aku mampu menjadi titikmu?
 

Melicious Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea